Dubes RI Dorong Koneksi dan Rekoneksi Indonesia-Belanda untuk Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi

Duta Besar RI Den Haag dorong stakeholders dan pelaku usaha Belanda untuk meningkatkan koneksi dan rekoneksi dengan Indonesia. “Saya ingin pelaku usaha Belanda untuk be-connected and re-connected with Indonesia”, demikian disampaikan Dubes Puja dihadapan sekitar 120 peserta program Indonesian Lecture “Updates on Indonesia’s Economy”, yang berlangsung di Societeit De Witte, Den Haag, 20 November 2017.

“Belanda merupakan satu negara yang telah banyak mengetahui tentang Indonesia Indonesia, namun saya ingin mendorong para pelaku usaha Belanda untuk senantiasa menggali informasi peluang kerja sama agar tidak miss out dari berbagai potensi yang ditawarkan Indonesia”, Ujar Dubes Puja.

Ekonomi Indonesia yang ditandai pertumbuhan positif 5-6% selama sepuluh tahun terakhir, investment grade dan ease of doing business Indonesia yang meningkat tajam dari 91 menjadi 72 tahun ini diharapkan menjadi pendorong meningkatnya minat dan kerja sama ekonomi lainnya. ”Khusus bagi Belanda, saya harapkan nilai perdagangan yang naik lebih dari 30% dan jumlah wisatawan yang tumbuh positif 7% hingga September tahun ini serta nilai investasi Belanda sebagai investor terbesar diantara negara-negara Eropa lainnya akan semakin meningkat di tahun mendatang”, imbuh Dubes Puja.

Sementara itu Duta Besar Peter Gontha, pengusaha terkemuka yang pernah lama tinggal di Belanda dan saat ini menjabat Duta Besar RI untuk Polandia menyampaikan berbagai proyeksi ekonomi Indonesia yang didominasi oleh menguatnya lower dan higher middle income serta trend perubahan pola konsumsi yang didominasi oleh e-commerce dan leisure economy. Kebijakan pemerintah Indonesia saat ini, seperti pengurangan subsidi BBM, pembangunan proyek infrastruktur, dan berbagai kebijakan mendorong ease of doing business juga dinilai akan semakin memperkuat fondasi ekonomi Indonesia di masa mendatang.

Diakui bahwa Indonesia masih perlu mendorong peningkatan kualitas pendidikan, tingkat inovasi dan serta tantangan isu-isu sosial lainnya. Karena itu peluang yang perlu ditangkap di Indonesia tak hanya potensi ekonomi tapi juga kombinasi kerja sama RI-Belanda untuk mendukung Indonesia dalam meningkatkan kualitas di bidang-bidang tersebut.

Selain isu-isu peluang bisnis dan ekonomi, program ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Perusahaan Phillips bidang Hubungan Pemerintah, Jan Willen Scheigrond dan Dr. Tik Tan, Diaspora Indonesia dari Task Force Health, yang menyampaikan berbagai informasi berbagai perkembangan dan potensi kerja sama Indonesia-Belanda di bidang kesehatan.

Program ini merupakan hasil kerja sama Asian Table, Societeit De Witte, sebuah klub club sosial di Den Haag yang berdiri lebih dari 200 tahun lalu dan beranggotakan ribuan orang dari berbagai kalangan, baik pebisnis, pemerintahan maupun politisi. “Indonesia merupakan negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara yang menawarkan berbagai peluang untuk senantiasa maju dan berkembang dengan menjalin kerja sama erat dengan Belanda”, demikian Nando van Ketwitch, selaku pimpinan Asian Table, yang menyampaikan arti pentingnya penyelenggaraan program ini.

sexofogo.com

Follow Us