Indonesia Serukan Pengutamaan Upaya Pencegahan Pada World Humanitarian Summit

Ketua Delegasi Indonesia pada World Humanitarian Summit (WHS) yang juga merupakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, menyerukan pentingnya meningkatkan fokus pada upaya pencegahan krisis kemanusiaan, mengingat biaya pengelolaan, penanganan dan penyelesaian krisis akan sangat mahaldan memakan waktu lama.Hal ini disampaikan pada sesi Summit Announcement Plenary WHS kemarin (24/5) di Istanbul.

Tidak hanya itu, Ketua Delegasi Indonesia juga menyampaikan Lima Komitmen Kunci Indonesia terkait upaya mendukung aksi kemanusiaan di berbagai tingkatan, yakni: (i) penguatan peran Indonesia menjaga perdamaian dan keamanan internasional; (ii) implementasi Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030 melalui pengintegrasian pengurangan risiko bencana dalam rencana pembangunan tingkat nasional dan daerah; (iii) terus memajukan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dan anak perempuan; (iv) penguatan kerja sama penanganan masalah irregular migration, khususnya melalui mekanisme Bali Process; dan (v) meningkatkan kapasitas lokal untuk menanggulangi bencana dan krisis kemanusiaan.

Pada kesempatan yang sama, pria yang pernah menjabat sebagai salah satu Deputi pada Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tersebut juga dipercaya menyampaikan joint statement ASEAN, di mana ASEAN menekankan sentralitas dan kepemimpinannya dalam penanganan bencana di kawasan dan di tingkat internasional melalui implementasi ASEAN Agreement on Disaster Management and Emergency Response (AADMER).

Komitmen bersama negara-negara ASEAN dalam mendukung Agenda Kemanusiaan Sekjen PBB tersebut telah disepakati dalam pertemuan Informal ASEAN Ministerial Meeting on Disaster Management (AMMDM) pada tanggal 22 Mei 2016 di Istanbul, yang juga dipimpin oleh Kepala BNPB selaku Ketua AMMDM 2016.

"ASEAN harus memanfaatkan kesempatan dalam World Humanitarian Summit untuk menyampaikan pencapaian ASEAN dalam bidang penanggulangan bencana dan pandangan ASEAN untuk membentuk tatanan global dalam aksi kemanusiaan," tegas putra daerah Sulawesi Utara tersebut.

Partisipasi ASEAN dalam World Humanitarian Summit merupakan langkah penting bagi ASEAN untuk mempromosikan peran dan keikutsertaan ASEAN dalam menentukan arah kebijakan dan strategis di bidang penanggulangan bencana di tingkat global.

Di sela-sela KTT, Ketua Delegasi Indonesia juga telah berpartisipasi aktif sebagai salah satu panelis dalam side event bertemakan "ASEAN – UN Partnership Moving Forward".

Partisipasi Indonesia, baik dalam kapasitas nasional maupun ASEAN dalam KTT, menegaskan peran dan kontribusi Indonesia dalam upaya pencegahan, penanganan pada saat dan pasca krisis dalam berbagai dimensinya, termasuk konflik, bencana, migrasi, dan pendanaan.

Direktorat Jenderal Multilateral

Mei 2016

sexofogo.com

Follow Us