Sekum Pengurus Besar IPSI – Erizal Chaniago Memperkaya Penguasaan Teknik Pesilat di Belanda

 

Seminar  Pencak Silat Indonesia di Belanda telah berlangsung di Ruang Nusantara KBRI Den Haag pada tanggal 17 November 2013 dengan menghadirkan Sekretaris Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Erizal Chaniago serta Sekretaris Jenderal Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (PERSILAT) Teddy Suratmadji.  Tujuan utama seminar tersebut adalah untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur, meningkatkan kualitas Seni Pencak Silat Indonesia di Belanda maupun dalam hal  memperkuat kerjasama antar perguruan maupun dengan IPSI dan PERSILAT.

Hadir dalam kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 102 atlit pesilat  Belanda termasuk  para sesepuh Pencak Silat Indonesia di Belanda, dan  pimpinan dari 12 perguruan yaitu,  Nusahitu Solemata, Gerak Saka, T.R.I Bhakti, Mande Muda/Mawar Suci, Permasit, Manyang Eropa, Merpati Putih, Tapak Suci Putra Muhammadiyah, PD Senam, Pamur Badai, Pak Serak, dan Panglipur dan Pamur Madura.

Dalam pembukaan seminar, KF Pensosbud KBRI Den Haag, Bonifatius A. Herindra, menjelaskan bahwa,  periode transisi alih generasi di lingkungan Perguruan Pencak Silat Indonesia di Belanda, dari para pimpinan perguruan yang sudah senior kepada para pesilat muda, merupakan bagian yang perlu mendapatkan perhatian.   Karenanya penanaman kembali filosofi, identitas pencak silat Indonesia, peningkatan  kualitas dan semangat kerjasama antar perguruan maupun dengan  induk organisasi IPSI dan PERSILAT menjadi hal yang senantiasa menjadi bagian yang penting.

Lapisan pesilat muda Indonesia di Belanda yang sedemikian antusias mendalami seni tradisional beladiri Indonesia, memerlukan suasana dan ruangan baru, yang memudahkan bagi peningkatan kualitas dan pengembangan prestasi di berbagai kompetisi internasional. Disamping itu, komunikasi yang intensif antar  komunitas Pencak Silat Indonesia di berbagai kawasan, termasuk dengan mitranya di Indonesia menjadi bagian yang selalu menjadi perhatian.

Dalam presentasinya  Sekretaris Umum IPSI, Erizal Chaniago menyampaikan antara lain mengenai nilai-nilai luhur yang senantiasa harus dipegang teguh oleh para pesilat.  Disamping itujuga dijelaskan  menyangkut  perkembangan Pencak Silat Indonesia, seperti pemberlakukan peraturan baru pertandingan, kode etik juri, serta berbagai teknik bertahan dan kuncian. Sekretaris Umum IPSI juga menganjurkan bahwa untuk memperkaya teknik pencak silat, setiap perguruan pencak silat di Belanda memperkuat kategori ganda baik putra dan putri. Melalui penyiapan kategori ganda akan mendorong penguasaan  teknik yang lebih tinggi dan beragam bagi para atlit.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PERSILAT menekankan bahwa dalam mengatasi permasalahan organisasi, terutama menyangkut meningkatkan kinerja agar berfungsi secara efektif, termasuk  di Belanda, akan ditempuh melalui  langkah-langkah koordinasi serta perbaikan peraturan organisasi. Untuk mewujudkan efisiensi kerja organisasi tersebut,  perlu kerjasama yang erat antar perguruan dan organisasi yang menaungi dengan dilandasi sikap luhur dan persaudaraan yang kuat.  

Dalam kunjungannya ke Belanda, Sekretaris Umum IPSI Erizal Chaniago dan Sekretaris Jenderal Teddy Suratmadji juga berkesempatan melakukan coaching clinics yang berlangsung di Sportzal Meent, Hilversum yang dihadiri oleh  50  pimpinan dan atlit  dari Perguruan  Manyang, Tapak Suci, Putera Muhammadiyah, PD Senam, Gerak Saka dan Pamur Badai.  Sementara coaching clinics yang berlangsung di Vught, dihadiri oleh 32 atlit pesilat dan  pimpinan dari Perguruan T.R.I Bhakti, Mande Muda Mawar Suci, Permasit, serta Stichting Asli.

Atas segala keperdulian, semangat kerjasama dan dukungan yang telah diberikan bagi promosi Pencak Silat Indonesia,  KBRI Den Haag telah menyampaikan sertifikat penghargaan kepada Sekretaris Umum IPSI, Erizal Chaniago, Sekretaris Jenderal PERSILAT, Teddy Suratmadji, maupun pimpinan perguran yaitu Hendrick Tulalessy (Mande Muda Mawar Suci); J.E. van der Geughten (PD Senam); Rein Rellum (Gerak Saka), George F. de Groot (T.R.I. Bhakti); Don Kessing (Manyang Eropa); Sam Umarella (Nusahitu Solemata)  Frankie Samuels (Tapak Suci Putra Muhammadiyah); Supriyono (Merpati Putih) Gijs Copic (Permasit);  Dave Nelson (Pamor Badai), Harlan Permana (Tapak Suci); Olivier Blancquaert (Panglipur), J.A. Dezentje (Pukulan Pak Serak) dan PJ. Tonjes (Stichting ASLI).

sexofogo.com

Follow Us