The 5th Interfaith Dialogue Netherlands – Indonesia on Diversity, Democracy and Dialogue

Membangun masyarakat yang demokratis dan inklusif melalui dialog

“Keanekaragaman agama dan ekstremisme merupakan tantangan sosial di Belanda dan di Indonesia.” Itulah topik yang dikemukakan dalam acara dialog lintas agama Belanda – Indonesia, yang diselenggarakan pada Rabu, 29 November 2017, di Gedung Spinoza, Universitas Radboud Nijmegen di Belanda. Dalam acara bertajuk The 5th Interfaith Dialogue Netherlands – Indonesia on Diversity, Democracy and Dialogue ini peserta diajak memikirkan, bagaimana para ilmuwan dan pratiksi di kedua negara dapat membangun masyarakat yang demokratis dan inklusif melalui dialog.

Interfaith Dialogue Netherlands – Indonesia merupakan acara tahunan, yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag bersama Netherlands – Indonesia Consortium for Muslim – Christian Relations (NICMCR). Penyelenggaraan kali ini merupakan yang kelima, menyusul penyelenggaraan sebelumnya di Ambon, ibukota Provinsi Maluku, yang disebut-sebut sebagai laboratorium damai. Yakni, tempat untuk belajar bagaimana membangun perdamaian di antara kelompok-kelompok agama yang berbeda.    

Dialog lintas agama ke-5 dihadiri sekitar 80 orang, terdiri atas perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Belanda; dosen-dosen universitas di Belanda, seperti Universitas Radboud Nijmegen, Universitas Tilburg, Vrije Universiteit Amsterdam dan Universitas Leiden; tokoh-tokoh masyarakat Islam dan Kristen di Belanda; serta para mahasiswa dari berbagai universitas di Belanda.

Delegasi dari Maluku juga hadir pada acara tersebut, di antaranya adalah perwakilan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dan Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Ambon. Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, hadir sebagai tamu kehormatan pada acara ini.

Dialog lintas agama ke-5 dibuka oleh Ketua NICMCR, Prof. dr. Frans Wijsen, yang juga menjabat sebagai wakil dekan Fakultas Filsafat, Teologi dan Agama pada Universitas Radboud Nijmegen. Ia memaparkan rangkuman acara, yang terbagi atas tiga sesi, yang masing-masing menampilkan tiga pembicara, dan masing-masing berdurasi 55 menit.

Sesi pertama, yang dimulai pada pukul 13.40, mengangkat tema “Pendidikan inklusif sebagai alat untuk mempromosikan demokrasi dan dialog.” Tampil sebagai pembicara adalah Rektor IAIN Ambon, Hasbollah Toisuta, Rachel Iwamony dari Fakultas Teologi UKIM dan Ina ter Avest, peneliti pada Vrije Universiteit Amsterdam. Sesi pertama ini dipandu oleh moderator Ruard Ganzevoort, profesor teologi praktis pada Vrije Universiteit Amsterdam.

Sesi kedua, dengan tema “Keragaman dan koeksistensi Kristen – Muslim”, menampilkan pembicara Yance Zadrak Rumahuru, yang menjabat sebagai direktur program postgraduate STAKPN, Abidin Wakano dari IAIN Ambon dan Alper Alasag, seorang muslim Belanda. Dialog pada sesi ini dimoderatori oleh Zainal Bagir, Kepala Program M.A. dalam Studi Keagamaan dan Lintas Budaya (CRCS), Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada.

Sedangkan sesi terakhir, yang dipandu oleh moderator Frans Wijsen, mengangkat tema “Agama dan modernitas: Dialog Belanda – Indonesia”. Tiga pembicara yang tampil pada sesi ini adalah kandidat PhD pada Universitas Teologi Protestan Kampen, Marthen Tahun; kandidat PhD pada universitas Radboud Nijmegen, Maria Ingrid dan Pendeta Verry Patty dari Gereja Maluku di Belanda.

Acara ditutup dengan pidato Duta Besar Wesaka Puja. Dalam pidatonya, Dubes mengucapkan terima kasih atas kerja keras panitia dalam mensukseskan acara ini. “Saya yakin, acara hari ini merupakan saat yang sangat baik untuk merefleksikan keyakinan kita masing-masing,” katanya. “Tidak untuk menciptakan perbedaan, tapi untuk mencapai tempat yang lebih baik.”

Dubes Wesaka Puja yakin bahwa, “Hari ini merupakan sebuah kado yang indah.” Ia lalu mengutip percakapan dalam film Kung Fu Panda: “Yesterday is history, tomorrow is a mystery, and today is a gift. That's why they call it present.”

sexofogo.com

Follow Us