Festival Europalia Indonesia di Belanda Pantropical goes Indonesia

Karinding adalah alat musik tradisional Sunda dari Jawa Barat dan Banten, sejenis harpa mulut. Alat musik ini terbuat dari bambu dan pelepah pohon palem. Pada awalnya, karinding digunakan untuk mengusir hama di sawah. Instrumen yang terbuat dari bambu biasanya dimainkan oleh perempuan, dan yang dari pelepah palem dimainkan oleh laki-laki.

Lama sekali alat musik ini tidak dimainkan masyarakat Sunda. Bahkan, bisa dibilang hampir punah. Adalah sembilan musisi underground Bandung, dari kelompok Bandoong Sindekeit dan Ujungberung Rebels, yang memiliki kepedulian untuk menyelamatkan alat musik karinding. 

Dipadu dengan alat-alat musik lainnya yang terbuat dari bambu, seperti suling, xylophone dan perkusi, serta ditambah elemen musik metal dan punk, muncullah warna baru yang cukup unik. Dua band underground itupun akhirnya meleburkan diri dalam kelompok musik baru, yang diberi nama Karinding Attack.

Setelah menempuh berbagai upaya, Karinding Attack akhirnya mampu mempopulerkan kembali alat musik karinding. Warna metal dan punk membuat kelompok ini mampu merengkuh penggemar musik dari kalangan muda. Tak hanya di Indonesia, melainkan juga di luar negeri.

Selama berkiprah di panggung internasional, Karinding Attack telah tampil berkolaborasi dengan band-band internasional yang mengusung berbagai warna musik. Dari musik tradisional Jepang, hingga blues, hip hop, beatbox dan house music.

Popularitas dan keunikan Karinding Attack inilah yang membawa mereka tampil di hadapan publik Eropa, dalam festival Europalia di Belgia. Selain di Belgia, kelompok musik yang berbasis di Bandung ini juga menghibur para pecinta musik di beberapa kota besar Eropa lainnya. Pada Sabtu malam, 18 November 2017, mereka tampil pada pesta Europalia yang digelar di Belanda. Yakni, di WORM, Rotterdam.

Pertunjukan, yang bertajuk Pantropical Goes Indonesia, ini diselenggarakan atas kerjasama Pantropical, WORM dan Europalia Arts Festival Indonesia. Sekitar 150 penggemar musik –tua dan muda—tampak memadati ruang pertunjukan, yang dibangun dengan menggunakan bahan-bahan daur ulang. Selain Karinding Attack, pertunjukan eksklusif ini juga menampilkan kelompok musik Uwalmassa dari Jakarta.

Konser Pantropical Goes Indonesia dibuka dengan penampilan DJ Le Romph, yang menggugah semangat penonton dengan musik techno, yang diwarnai unsur-unsur musik tradisional Indonesia. Selama 5 jam penuh, dari pukul 21.00 hingga 03.00, penonton puas dihibur Karinding Attack, Uwalmassa dan DJ Le Romph.

sexofogo.com

Follow Us