Pameran “The Birth of Indonesian Youth Movement.”

National Archives of the Netherlands (NAN) bekerjasama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyelenggarakan pameran dengan tajuk “The Birth of Indonesian Youth Movement.” Pameran yang dibuka oleh Duta Besar RI Den Haag, I Gusti Agung Wesaka Puja pada tanggal 27 Oktober 2017 ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-89. Pameran yang digelar di Lantai Dasar gedung NAN, Den Haag, akan berlangsung hingga tanggal 4 November 2017.

Dalam sambutan, Dubes RI Den Haag menyampaikan bahwa Sumpah pemuda merupakan tonggak penting sejarah bangsa Indonesia, terutama pergerakan pemuda. Pada saat itu, berbagai kelompok pemuda berkumpul untuk menyatakan sikap bersama mengenai bangsa Indonesia, diantaranya: Jong Java, Sekar Roekoen (Sunda), Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Jong Islamieten Bond, PPPI, dan Pemuda Kaum Betawi. Sumpah pemuda menciptakan komitmen dari segenap pemuda Indonesia yang pada gilirannya mendorong persatuan dan kesatuan bangsa untuk kemerdekaan Indonesia.  

Dubes Puja juga mengingatkan beberapa makna penting Sumpah Pemuda, yaitu: (a) Identity: Pernyataan identitas generasi muda Indonesia sebagai sebuah bangsa Indonesia; (b) Integration: Komitmen generasi muda Indonesia untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, kendatipun berbeda suku, bahasa, agama dan golongan; (c) Nationalism: Sumpah pemuda menumbuhkembangan nasionalisme berbagai elemen bangsa terus tumbuh dan menjadi kekuatan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajahan Belanda; dan (d) Independence: Kemerdekaan negara Indonesia: pergerakan pemuda Indonesia memainkan peran penting dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Nilai penting Sumpah Pemuda bagi Indonesia saat ini antara lain pentingnya menjaga keutuhan, kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia untuk meraih tujuan dan cita-cita sebagaimana disebut dalam UUD 1945. Generasi muda Indonesia merupakan penerus dan pemimpin Indonesia di masa depan, Mereka memiliki tanggung jawab dalam mewujudkan cita-cita tersebut, termasuk dalam menjalin dan menguatkan hubungan dan kerja sama dengan negara lain, seperti Belanda. Meskipun memiliki sejarah yang dinamis dan panjang dengan Indonesia, Belanda merupakan mitra strategis Indonesia dalam pembangunan. Generasi muda memiliki tanggung jawab dalam menjaga dan menguatkan kerja sama tersebut dengan Belanda.

Pembukaan pameran ditandai dengan pemotongan pita oleh Dubes RI Den Haag, Kepala ANRI dan Kepala NAN, dilanjutkan dengan peninjauan materi pameran, yang berupa sejumlah foto dan naskah-naskah bersejarah, khususnya dari periode 1900 sampai dengan 1928 yang berhasil dihimpun di ANRI dan NAN. Menurut salah satu koordinator pameran dari NAN, Johan van Langen, persiapan untuk pameran ini dimulai sejak kurang-lebih setahun yang lalu, dengan diskusi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Den Haag. Melalui proses pengumpulan koleksi di Den Haag dan di Jakarta, akhirnya tersusun materi pameran yang cukup lengkap dan disajikan dengan alur yang informatif, mulai dari berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 hingga diselenggarakannya Kongres Pemuda Ke-dua, yaitu tanggal 26-28 Oktober 1928 di Batavia, yang menghasilkan Sumpah Pemuda. Menurut rencana, materi pameran juga akan dipamerkan di Erasmus Huis, di Kedutaan Besar Belanda, Jakarta.

sexofogo.com

Follow Us