Peringatan Ulang Tahun ASEAN Ke-50 di Den Haag

Dalam rangka memperingati hari jadi ASEAN yang ke 50 tahun, telah berlangsung ASEAN 50 Ceremony yang telah diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 8 Agustus 2017 di gedung Kedutaan Besar Malaysia di Den Haag. Acara yang berlangsung pukul 10.00 hingga 13.00 dibuka dengan penaikan bendera dengan diiringi lagu Mars ASEAN atau ASEAN Anthem (ASEAN Way). 

Acara ini dihadiri oleh kelima Duta Besar negara anggota ASEAN yang memiliki perwakilan di Den Haag, Belanda, yaitu Duta Besar Filipina, Jamie Victor B. Ledda, Duta Besar Indonesia, I Gusti Agung Wesaka Puja of Indonesia, Duta Besar Viet Na, Ngo Thi Hoa, Duta Besar Thailand Pornprachai Ganjanarint dan Duta Besar Malaysia, Ahmad Nazri Yusof, sebagai tuan rumah. Selain  itu, upacara peringatan 50 tahun ASEAN ini juga dihadiri oleh Walikota De Haag, Pauline Krikke, dan Direktur Asia dan Oseania Kementerian Luar Negeri Belanda, Peter Portman. Para diplomat dari pewakilan negara-negara ASEAN di Den Haag pun turut hadir beserta beberapa undangan dan media massa lokal.

Dalam kata sambutannya, Duta Besar Malaysia, Ahmad Nazri Yusof, menekankan pada ASEAN Comunnity Vision 2015, dimana ASEAN sebagai komunitas yang berorientasi dan berpusat kepada keragaman masyarakatnya sebagai aset yang sangat penting. ASEAN sekarang telah berkembang menjadi keluarga besar 10 negara anggora dengan keragaman identitas, budaya dan agama namun di sisi lain bekerjasama menciptalan keamanan dan kesejahterahan bersama. 

Dalam kesempatan ini, ASEAN Ladies Circle (ALC) yang saat ini diketuai oleh isteri Duta Besar Malaysia untuk Kerajaan Belanda, Datin Syarizan Adzlinda, meluncurkan logo resmi ALC Den Haag. Zakaria menjelaskan bahwa logo ALC mengekspresikan keharmonisan, persahabatan dan solidaritas. “Kami memilih warna merah, biru dan kuning untuk mewakili negara-negara ASEAN terhadap Den Haag. Bunga Tulips yang dipilih mengartikan persahabatan yang didasari oleh mengerti dan dipahami” tutur Datin Syarizan Adzlinda. 

Acara dilanjutkan dengan penampilan beberapa pertunjukan budaya dari masing-masing negara ASEAN yang hadir. Seorang penyanyi berparas cantik dengan suara yang indah dari perwakilan Kedubes Malaysia dengan menggunakan pakaian cantik benuansa coklat yang tertutup rapih dan sopan menyanyikan dua lagu tradisional Malaysia yang berjudul Zapin Budi dan Joget Pahang. 

Meski hujan turun, acara tetap dilanjutkan dengan agenda yang penampilan paduan suara dari Kedubes Filipina. Dalam kesempatan ini Duta Besar Filipina untuk Kerajaan Belanda ikut bernyanyi dalam paduan suara dimaksud. Tidak hanya itu, Negara Vietnam pun juga menampilkan sepasang penyanyi untuk menyanyikan lagu daerah mereka.  

Selanjutnya dua remaja putri dari Sekolah Indonesia di Wassenar sebagai perwakilan Indonesia menampilkan tarian Manuk Rawa yang berasal dari Bali yang mempertontonkan kemolekan, keelokan dan keharmonisan gerak dengan musik oleh tubuh penari yang telah terlatih. Tarian Manuk Rawa disuguhkan untuk menarik perhatian para tamu undangan. Tarian Manuk Rawa ini menggambarkan perilaku seekor burung air rawa yang dibalut dengan kostum yang cukup meriah. Akhir dari acara ASEAN 50 Ceremony ini ditutup oleh empat orang remaja perempuan dari Thailand yang menyanyikan dua lagu tentang cinta yang terkenal dan musik yang berasal dari negara mereka. 

Sebagai penutup acara, para peserta dan Duta Besar disuguhkan makanan khas tradisional dari setiap Negara seperti chicken biryani dan dalca daging dari Malaysia; misro, tahu isi dan acar dari Indonesia; deep fried marinate beef, crispy rice cake dan chicken with garlic and pepper dari Thailand; shrimp dan vegetarian springrolls dari Vietnam; serta buco pandan dari Filipina. Selain itu tersedia juga aneka kue-kue khas dari Malaysia yaitu kuih lapis, kuih seri muka dan pulut inti manis. Dan durian musang king menjadi hidangan penutup yang sangat digemari oleh seluruh yang hadir.

sexofogo.com

Follow Us